Franco Lebih Suka Menyetujui Hukuman Mati daripada Mendukung Madrid

Publié le par Vanessa Gart

Mulai sejak lama sekali, rivalitas pada Real Madrid serta Barcelona menyeret tema perlawanan pada penguasa serta golongan yang dikekangnya. Lantaran tema itu juga, nama Jenderal Francisco Franco turut disebut-sebut.

Bahwa Franco yaitu pendukung Madrid serta sering dimaksud memakai kekuasaannya untuk untungkan Los Blancos itu telah jadi folklore atau dongeng sendiri. Judi Bola Walau sebenarnya, narasi sesungguhnya tak seperti itu.

Cerita Franco juga sebagai antagonis yang mensupport club asal ibu kota hanya narasi yang dicocok-cocokkan dalam cerita besar rivalitas Madrid serta Barca. Kebetulan, Barca mewakili Catalunya, entitas yang ditindas oleh Franco sepanjang ia berkuasa.

Madrid, di segi lain, jadi malas dikait-kaitkan dengan sang jenderal fasis. Dalam buku 'El Clasico, Barcelona v Real Madrid : Football's Greatest Rivalry' yang ditulis oleh Richard Fitzpatrick, ada satu bab sendiri yang mengulas mitos Franco serta Madrid.

Dalam bab itu, Fitzpatrick mengutip pakar histori asal Inggris yang mengutamakan diri pada histori Spanyol, Paul Preston, juga sekretaris pers Real Madrid pada masa kekuasaan Franco, Raimundo Saporta. Sbobet Casino

Menurut Preston, Franco pernah sekian kali memenangi taruhan dengan memakai nama Francisco Cofran. Disamping itu, Saporta menyebutkan bahwa ia tak pernah tunjukkan emosi sedikit juga saat melihat Madrid berlaga.

Narasumber yang lain yaitu Santiago Segurola, seseorang wartawan senior Spanyol yang pernah bekerja untuk El Pais. Dari Segurola-lah nampak perkataan menarik bakal Franco.

" Dia haus darah. Dia sukai melihat film di istana El Pardo, namun tidak mempunyai ketertarikan spesial pada sepakbola. Ibcbet Casino Dia lebih sukai di tandatangani kesepakatan hukuman mati dari pada bermain atau melihat kompetisi sepakbola, " kata Segurola.

Jimmy Burns, penulis buku 'La Roja : How Soccer Conquered Spain and How Spanish Soccer Conquered the World', juga membetulkan bahwa Franco sekalipun tak suka pada Madrid. Yang mengagetkan, Burns jadi menyebutkan bahwa Franco tertarik dengan Athletic Bilbao.

Ini mengagetkan karena Bilbao adalah club yang seutuhnya mewakili bangsa Basque, yang sama dengan Catalunya juga memperoleh penindasan dari Franco. Sport

Menurut Burns, ketertarikan Franco pada Athletic karena style main mereka yang sangat spartan. Style main Athletic saat itu memanglah tidak sama. Mempunyai akar serta keterikatan yang kuat dengan Inggris, Athletic juga mempunyai style main ke-Inggris-Inggris-an : Keras serta sangat memercayakan fisik.

Franco, dimaksud Burns, sukai karakteristik permainan keras Athletic. Pbsbo.com Karena menyukai karakter keras ini jugalah Franco suka pada frase 'La Furia Roja' (atau 'The Red Fury') juga sebagai julukan untuk tim nasional Spanyol.

Franco dimaksud lebih sukai memakai sepakbola juga sebagai alat untuk melanggengkan kekuasaan politiknya, bukanlah demikian sebaliknya. Bukan sekedar Madrid, Franco bahkan juga pernah menyimpan perhatian pada Atletico Madrid karena argumen sama. Malah banyak loyalis Franco bermain untuk Atletico, meski juga ia tak menyukai club itu.

" Pemerintahan Franco mengambil untung dari Real Madrid lantaran Real Madrid yaitu alat propaganda bagus diluar Spanyol. Betting Seperti Kuda Troya untuk dia, " catat Fitzpatrick.

Commenter cet article